E-Learning for
Teaching Language - Essay
![]() |
| source pic: https://en.al-dirassa.com/wp-content/uploads/2021/04/elearning-online-arabic.jpg |
Nama saya Nurfitrah, saya adalah seorang mahasiswa program studi Tadris Bahasa Inggris dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene yang berlokasi di Majene, Sulawesi Barat. Sekarang ini saya berada pada semester 6. Pada semester ini, saya memiliki sembilan mata kuliah yang salah satunya adalah E-Learning for Teaching Language. Mata kuliah ini dibawakan oleh bapak dosen Wahyuddin, S.Pd., M.Ed. Beliau merupakan salah satu dosen tetap di program studi Tadris Bahasa Inggris dan beliau masih terbilang dosen baru kami. Mata kuliah ini juga memiliki 16 pertemuan, dan di setiap pertemuannya ada 2 sks. Karena adanya pandemi, sistem perkuliahan tatap muka kami diubah. Kami menjalankan beberapa pertemuan secara online. Lebih tepatnya, ada delapan pertemuan tatap muka dan ada delapan pertemuan secara online atau yang lebih dikenal dengan sistem pembelajaran secara daring (dalam jaringan).
Sebagai
informasi, ini adalah kali pertama bagi saya mempelajari mata kuliah E-learning
for Teaching Language. Bisa dikatakan bahwa saya sangat bersemangat untuk
mempelajari mata kuliah ini, karena memang sejak saya masih berada di madrasah
tsanawiyah saya sangat menyukai hal-hal yang berbau internet dan IT (Computer
and Information Technology / Teknologi Informasi). Di samping dari mata
pelajaran Bahasa Inggris, mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi
(TIK) merupakan salah satu mata pelajaran yang saya suka pada saat itu.
Meskipun saya sudah sejak kecil mempelajari internet dan IT, dan di masa modern
seperti sekarang ini yang mana IT sudah sangat familier di kalangan masyarakat,
saya tidak bisa mengatakan bahwa saya sudah paham betul dan ahli dalam
menjalankannya. Saya masih butuh untuk mempelajarinya secara mendetail dan luas.
Oleh karena itu, saya berpikir bahwa mata kuliah ini akan membantu saya untuk
menambah ilmu pengetahuan saya tentang komputer dan internet.
Pada pertemuan pertama di mata kuliah E-Learning ini,
seperti biasa dosen terkait akan memperkenalkan diri kepada mahasiswa - mahasiswanya
dan juga tentu saja hal yang sama akan dilakukan oleh mahasiswa kepada dosen,
tapi sayangnya kami tidak memiliki kesepatan untuk memperkenalkan diri karena
pada saat itu beliau terlambat masuk disebabkan adanya miskomunikasi dari ketua
tingkat. Jujur saja, saya tidak mendapatkan kesan pertama dengan bapak dosen
Wahyuddin saat berada di dalam kelas seperti teman - teman saya lainnya, karena
memang ini bukan kali pertama saya bertemu dengan beliau. Saat itu, UPB (Unit
Pengebangan Bahasa) mengadakan kegiatan “Let’s
Talk” dan beliau hadir di hari pertama kegiatan tersebut. Pada saat itulah
saya pertama kali bertemu dengan beliau dan terkesan karena beliau merupakan
lulusan salah satu universitas yang ada di Australia.
Pada
saat pertemuan pertama di ruang kelas kami belum menerima materi apapun. Kami
hanya melakukan perkenalan pada materi apa saja yang akan dipelajari
kedepannya, perkenalan diri yang dilakukan oleh dosen, dan ketentuan - ketentuan lainnya. Di
pertemuan selanjutnya kami sudah mempelajari materi - materi yang telah
dipersiapkan oleh bapak dosen. Saya terkesan dengan cara mengajar beliau, kami dituntut
untuk disiplin, baik itu disiplin di dalam kelas, kehadiran, maupun waktu
pengumpulan tugas. Beliau juga selalu memberikan kami materi bacaan untuk kami
baca di setiap penghujung kelas, sebagai tambahan pengetahuan.
Selama
mengikuti proses pembelajaran luring (luar jaringan) dan daring saya merasa tidak
mendapatkan kesulitan, kecuali pada saat mengikuti ujian tengah semester (uts)
yang dilakukan secara daring. Saat pengerjaan soal semua berjalan dengan lancar,
saya bisa mengisi captcha dengan baik dan sebagainya. Tetapi tidak dengan tombol
kirim, tombol yang ada tidak berfungsi dengan baik, padahal jaringan sudah
memadai dan saya juga menggunakan komputer pribadi agar dalam mengerjakan soal
uts akan lebih mudah seperti yang disarankan oleh bapak dosen. Tapi masalah
tetap saja ada, beruntung bapak dosen sangat terbuka dengan pertanyaan atas
masalah yang dihadapi oleh kami. Yang tidak bisa saya lupakan yaitu pada saat
beliau memberikan beberapa dari kami yang sedang menghadapi masalah dalam
pengerjaan soal kesempatan kedua untuk kembali mengerjakan soal – soal uts yang
ada. Hal itu tentu saja sangat membantu bagi kami.
Untuk
pemberian tugas, saya rasa cukup mudah untuk mata kuliah E-Learning ini. Salah
satu tugas yang ada adalah kami diminta untuk mengirimkan hasil scan (memindai)
kartu yang kami lakukan secara mandiri. Saya pikir itu adalah hal sepele tetapi
sangat penting untuk kita ketahui. Dengan mengetahui bagaimana cara memindai
kartu dengan baik, maka kita tidak akan repot – repot lagi mengedit hasil
potretan kartu yang diambil menggunakan kamera.
Saya
merasa sangat beruntung karena bisa mendapatkan dan mempelajari mata kuliah
E-Learning for Language Teaching. Karena dengan mempelajarinya, saya bisa
mengetahui beberapa teori yang ada pada E-Learning, masalah – masalah yang bisa
saja dihadapi saat proses pembelajaran dalam jaringan dan masalah atau teori
lainnya yang mungkin tidak akan saya temui jika tidak dalam mata kuliah ini.
Oleh karena itu, saya berterima kasih kepada bapak dosen Wahyuddin yang telah
mengajarkan mata kuliah ini kepada kami. Semoga ilmu yang diajarkan akan
berguna dan bermanfaat di kemudian hari.

Komentar
Posting Komentar